Saturday, April 7, 2007

Surga semu dan maya

Laksana api kembara, cinta membumihanguskan mayapada,
tak perduli sama sekali walau anak manusia ta punya gigi lagi,
atau kaki tak sanggup lagi menapak bumi,
tapi seringkali anak adam tetap mengejarnya,
mengikuti cinta,
bahkan menyuakan dengan lantang dan bangga,
"ikutilah aku wahai cinta", Naik ke pundakku!
kan kutuju kau ke negri nirwana indah jauh di atas pawana,
Tapi ketika sadar ia, kekuatannya bahkan tak sanggup membimbing cinta,
Maka cintalah dengan segala pesonanya pergi membawanya,

Cinta memanjakan anak manusia terbang diatas kedua sayapnya,
dan membawa manusia menuju dunia penuh suka-duka, dan isak-tawa,

Sahabatku, Ulurkan tanganmu, lalu renung dan pikirkan,
Atas apa kau terlahir ke dunia......................................................?
atas nama benci yang terlahir dengan seikat anggur nan racun........?
atau atas nama cinta dan kasih sayang .................................................?
yang membuat dunia dan seisinya bisa berubah,
atau dikau mengira kau terlahir tanpa apa-apa, tak apa-apa,
lalu sirna begitu saja...........................................................................?

Maka berbahagialah jia yang mempunyai hati atas nama cinta,
Menebar ketulusan dan pengorbanan tanpa pengembalian,
Maka tercelalah mereka yang cinta pada dunia dan memupuk harta,
menyimpannya, memeluknya dengan erat, bahkan tak pernah mau melepas atau membaginya,
Baginya setimpuk tanah dan pijaran neraka disana,
karena hatinya tak mau jua terbuka, lidah kejujurannya tak mau bersua,
Matanya telah silau oleh harta, kebijaksanaan tak mau lagi menemuinya,
lalu pergilah ia dengan sombongnya ditandu punggawa,
Yang nantinya akan binasa, bumi akan meremukkan diri dan hartanya,
liang kubur akan mengapitnya,
langit akan menimpakannya,
Maka binasalah ia dan seperangkat surga duniawinya,
Surga semu dan maya.

No comments:

KOMENTAR TERAKHIR