Saturday, April 7, 2007

Persembahan Hati Tuk Sang Putri

Dan Telah bertahta sang putri di istana jiwaku yg sederhana,
Mempesona dengan bermahkotakan zamrut kesetiaan,
Bergemilang perhiasan yg kusatupadan dari dasar jiwaku yang melautan,
Dinobatkan atas hukum cinta dan kasih sayang,
atas asas kebanggan dan perikejujuran,
Kunaikkan sang putri menuju singgasana yang lebih tinggi,
agar dipuji dan dijunjung seluruh penduduk negri.
.........

Dan telah kutemui puteri manusia dari muka bumi,
Yang kucari dengan segala kerendahan hati,
Penebar iri para mahadewi surgawi,
Parasnya didamba burung-burung pagi yang selalu bernyanyi,
lantunkan selamat pagi,
Senyum ramahnya menyipu sang raja mentari,
Pesonanya membius sang pungguk hingga tiada lagi merindukan bulan,
meninggalkan dahan pepohonan yang rimbun oleh dedaunan,
Pekertinya menawan para pujangga untuk segera menarikan penanya,
hingga kertas usang terbuang menjadi sebuah yg penuh harapan dan kata-kata angan.
..........

Dan Bahwa kaulah periku yang terbang melintasi antara ruang hati dan jantungku,
Kau rentangkan kedua sayapmu dan membelai lembut anganku,
Mengisi tiap bilik jantungku,
...........

Bahwasanya setiap patah kata yang terlantun dibibirmu berjelaga dihatiku,
Menelaga tiada bertepi dan berhingga,
Mengisi tiap malamku hingga pagi sadarkan aku dari mimpi semalamanku,
............

Bahwasanya ketulusan hatimu laksana embun pagi segar dan menawarkan,
membasuh fajar berseri,
sucikan bumi dari dosa dan polusi tirani.
............

Bahwasanya kerendahan hatimu,
laksana tulus cahya bintang,
yang tak pernah iri pada mentari,
.............

Bahwasanya cantikmu seroja,
pusaka utama taman nirwana,
penuh atas jaga para dewa pengagum cinta,
..............

Bahwasanya manismu bagai sekecap madu,
tapi tak berhilang hingga lamanya waktu,
Pesonamu melantun bersama hanyutnya hatiku,
pada telaga jiwa yang selalu memantulkan bayangan indahmu,
..............

Bahwasanya engkaulah nyanyian hati,
yang melantun tulus bersama semilirnya angin berhembus,
Engkaulah dewi khayalan yang jadi kenyataan.
...............

Dan ketika sadarku,
Segera kuangkat tandumu,
Kutuju pada istana pertamananku yang jauh,
nan indah,
dimana hanya ada bernaung jiwaku dan jiwa dirimu,
hingga nanti kita melebur jadi padu,
Lalu dengan teknologi tulus hati,
kugali semua sumber daya pesona yang kaumiliki.
...............

Dan bahwasanya kita selamanya akan tetap satu,
dalam naungan cintaku dan cinta milikmu
dan kaulah pesona terindah sepanjang masa dalam hati nan menelaga,
dimana bayangan indah akan selalu terpantul mesra dalam nuansa telaga merah jingga,
................

(Created by love)

No comments:

KOMENTAR TERAKHIR