Saturday, April 7, 2007

Menantimu dalam pengorbananku

Walau kau tak menerimaku, ku tetap kan menantimu .....
walau kau bersama orang lain pun, dan tak bersamaku .....
tetap kutunggu, hingga kau kan berakhir dengan orang itu .....
walau kau ternyata tak juga berpisah dengannya .....
Aku Masih Tetap Menantimu, dan Membayangimu .....
Aku sayangi kalian bagai darahku .....
aku kan jadi pelindung cintamu .....
hingga terbuka pintu hatimu .....
Walau kau berusaha menghindari .....
menutup celah jendela dan mengunci rapat pintu .....
Aku tetap di sisimu .....
Diatasmu .....
Bahkan di hadapanmu .....

Karena risihnya, kau coba hilangkan kedua kakiku yang selalu dengannya aku menyertaimu .....
agar ku tak dapat lagi mengikutimu .....
Tak mengapa .....
Aku masih punya dua buah lengan .....
Dengannya aku tetap berjalan dan kembali menantimu .....
atau, lagi-lagi karena khilafmu, kembali kali ini kau putuskan kedua tanganku itu .....
hingga tak lagi bisa berpindahku, dan mengikutimu .....
tak mengapa juga .....
Aku masih punya mata, dengannya aku tetap menantimu, mengirimkan salamku .....
dan menjaga tiap langkahmu, Hingga akhirnya kau butakan mataku .....
Hingga aku tak dapat melihat .....
Namun aku masih punya telinga untuk mendengar seluruh keindahanmu .....
Hingga kau tulikan telingaku, Aku masih punya hati, Ku jaga kau dengan hasratku .....
Ternyata, kau masih juga belum mencinta padaku .....
Bahkan coba pula kau robek hatiku .....
Namun lagi-lagi ku tetap bisa menantimu .....
Aku masih punya jiwa yang selalu setia menungu cinta .....
Dan punya angan Takkan bisa walau kau coba menghapus dan menghilangkannya .....
Karena disitulah fitrah manusia dari yang kuasa .....
Takdir terindah yang tak pernah bisa berubah .....
walau kau berusaha sekuat tenaga mengotori seluruh pewana .....
Usahamu kan tetap sia-sia .....

Hingga pada zahirnya kaupun menyadarinya .....
Saat pintu hatimu tlah terbuka .....
Kau menyesali apa yg telah kau lakukan .....

Tapi jangan sekali-kali bersedih putri hatiku, Aku sudah sangat bahagia kau begitu .....
Biarlah jiwaku melayang tenang menuju taman surga .....
Dan kubingkiskan kado cinta sebelum ku berangkat ke sana .....
kemudian relakanlah jasadku berbaring indah berbalut senyuman untukmu .....
Satukanlah kembali bagian tubuhku .....
Satukan bersama jiwa ragaku .....
dan kaupun dapat menemukanku kembali utuh .....
Kembali hidup di sisimu hanya karena dan untuk kekuatan cinta darimu .....

1 comment:

Anonymous said...

ok

KOMENTAR TERAKHIR