Tuesday, January 15, 2008

Pupus asa

Bagiku,
Hidup tak lagi serentet duka, tangis, tawa, atau sedih,
Atau janji, indah, suci, ragu....
Tak lebih dari stu lembar hitam,
Ntah dgn tinta apa dpt kutilisi kembali.

Aku Memberi kemungkinan-kemungkinan,
Pengharapan-pengharapan,
Tapi tak jua padau sendiri petunjuk dunia untuk menempuh takdirku sendiri,
Memiliki Harapan bukan angan.

Tak lagi kumengerti bahasa manusia,
Bahasa kata-kata,
Yg kutahu malah Sirocco bisa berbicara,
Levhanter terus mencela,
dan Simum tiada bisa meredam amarah.

Aku mungkin Gila,
Hahahahahah

Tak ada lagi komunitasku dimuka bumi, Terasingi.
Aku berhasil menemukan sudutku sendiri,
Jauh dr tempat yg mereka duduki.

Aku pernah mengenal cinta kawan,
Terlalu lelah untuk terus bertanya di dalamnya,
Orang akan bilang itu seninya,
Bagiku Buang waktu saja!!!
Karna diakhirnya tetap menuntut jawaban "Sama" atau "berbeda"

Merpati seolah cinta yg ingin slalu pergi,
Mawar seolah punya duri yg siap menusuki,
Dan Kata-kata seolah badut yg menertawai.

No comments:

KOMENTAR TERAKHIR