Monday, November 17, 2008

Rahasia Kebahagiaan

Seorang pemilik toko memerintahkan kepada anak kesayangannya pergi mengembara mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Anak itu melintasi padang pasir selama empat puluh hari. hingga akhirnya tibalah ia disebuah kastil yang sangat indah. tempatnya Jauh tinggi di puncak gunung. Di sanalah konon orang bijak itu katanya tinggal.

Namun, ketika anak itu memasuki aula kastil itu, si anak muda bukannya menemukan orang bijak yang dicari-carinya, melainkan sebuah kesibukan besar di dalamnya. Para pedagang hilir mudik lalu lalang. Orang-orang bercakap-cakap di sudut-sudut. Ada orkestra kecil memainkan musik nan lembut, dan ada meja yang penuh dengan piring-piring berisi makanan-makanan paling enak dari seluruh belahan dunia. Si orang bijak berbicara dengan setiap orang, jadi anak muda itu harus menunggu selama dua jam. Setelah itu barulah tiba gilirannya.

Orang bijak mulai mendengarkan dengan seksama saat anak muda itu menjelaskan maksud perihal kedatangannya, namun orang bijak itu mengatakan sedang tidak punya waktu sekarang untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan itu. Dia menyarankan anak muda itu melihat-lihat dulu sekeliling istana sambil mengisi waktu, dan kembali kesini dua jam lagi.

" sementara itu aku punya tugas untukmu! ", kata si orang bijak. Di berikannya kepada si anak muda sendok teh berisi dua tetes minyak. " sambil kau berjalan-jalan, bawa sendok ini, tapi jangan sampai minyaknya tumpah! "

Anak muda itupun berkeliling-keliling turun naik sekian banyak tangga yang ada di istana, ruang makan, taman, lalu perpustakaan sambil matanya tetap terjaga tertuju pada sendok yang di bawanya. Setelah dua jam, anak muda itu pun kembali menemui orang bijak tadi berada.

" Nah! ", kata si orang bijak, " Apakah kau melihat tapestri-tapestri Persiaku yang tergantung di ruang makan? , Bagaimana dengan taman hasil karya ahli taman yang menghabiskan sepuluh tahun untuk menciptakannya? , Apa kau melihat juga perkamen-perkamen indah yang ada di perpustakaanku? "

Anak muda itu merasa malu. Dia mengakui bahwa ketika ia melaluinya, dia tidak sempat melihat apa-apa. Dia terlalu terfokus pada usaha untuk menjaga minyak di sendok yang di bawanya itu tidak tumpah.

" Baik kalau begitu, pergilah lagi berjalan-jalan, dan nikmatilah keindahan-keindahan istanaku " kata si orang bijak. Tak mungkin kau mempercayai seseorang kalau kau tak mengenal rumahnya.

Merasa lega, anak muda itu mengambil lagi sendoknya dankembali menjelajahi istana tersebut. Kali ini dia mengamati semua karya-karya seni di langit-langit dan tembok-tembok. Dia menikmati taman-taman, gunung-gunung di sekelilingnya, keindahan bunga-bunga mekar, dan semua cita rasa yang terpancar dari segala sesuatu di istana. Ia merasa sangat senang dan terkesan. Hingga ketika kembali menghadap orang bijak itu, diceritakannya dengan hapal dan detail segala pemandangan yang telah dilihatnya.

" Tapi .... Dimana tetes-tetes minyak yang kupercayakan padamu itu? "
tanya orang bijak. Si anak muda memandang sendok di tangannya, dan menyadari dua tetes minyak itu sedikitpun sudah tak lagi ada.

Nah hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan padamu, kata orang paling bija di dunia itu.

" Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes minyak di sendokmu.................. "



(di kutip dari "sang alkemis"-nya Paulo Coelho)

1 comment:

dyvna_angel said...

jadi bahagia tu simple tapi penuh tanggung jawab jg ya...

KOMENTAR TERAKHIR