Wednesday, January 28, 2009

la tahzan

la tahzan
@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--


mengapa sepi?
padahal tak ada mayat,
darah,
dan air mata.
dipipi
yg tak berhenti.

tak tampak seperti perang yg tlah usai,
tapi
seperti cuma sebaris ombak yg sampai,
selebihnya laut damai.

orkestra sunyi pun dimulai
komposer menunjuk langit : bukaan irama mendung
karang bertepuk bisu : pantomim bermain peran
Angin memangku harpa : denting suasana hampa

lamun sepanjang pagi
meluruh
bagai
disisi sana mawar putih
dgn telinga bunga merapat ke tanah,
berbisik itu lirih,
tapi saking sunyinya
bisa terdengar
bisik akar yg sama lelah dlm tanah

bersedih merenung dan resapi.

apa yg kau tangisi saudari?
apa kau menangis di saat terang?
karena rindu gulita yg sebelumnya selalu memanjai?

mestinya kau Jangan sedih….

kalaulah rasa sudah jadi batu
celah tak bertemu,
jalan buntu,
masalah berliku,
tak mengapa begitu
buka kerelaanmu
jadikanlah kau siap tuk berguru
adakah ini nantinya menjadi ilmu mu?

bukan kau satu2nya korban ujian dari Sang Maha Tak Percaya,
hidup ini tak seorang pun lepas dr kesedihan
janji-Nya lah dari kesulitan terkandung kemudahan

tersenyumlahhh !!!

zat yg tak luput dr kemahaan-Nya kini melirik hidupmu
jika kau tak mendapat apa yg kausukai dari-Nya,
sukacitai sajalah apa yg tlah kamu dapatkan

Jgn bersedih...
kau punya aku,
kau punya buku,
kau punya ibu,
kau punya keluargamu,
dan orang terdekat
yg mungkin masih mau mendukungmu
atau mgkn syairku

kau masih punya nafas yg belum dironggot penghuni tanah,
kau punya segalanya yang belum tentu di punya tuna netra,
tuna rungu, tuna daksa, atau tuna aksara,
kau masih punya jiwa, hati dan mata
untuk merasakan dan melihat
bahwa masih ada org yg menanam besar harapannya kepadamu,
kelak kau msh bisa mendapat kebahagiaan tertinggi ketika mau buat seseorg bahagia,

dengarlah
kau bahagia, pun ku juga
meski dunia bukan hak kita
kita tetap gembira bisa bermain bersama
bersama matahari hingga jelang tiba...
kumohon jgn sampai terlambat bergembira
selagi kesempatan kita masih ada
karena kita ini akan fana
kelak Mencium dan mendekap tanah

yang lalu biar berlalu,
seberapa kerasnya usahamu, mungkin takkan kembali padamu
yang pergi pun, biarkan hilang
dan yg mati kelak menjadi benih bagi kehidupan baru


Jangan bersedih,....
Lihat!
Lihatlah senyumku!
meski tak seindah senyum idolamu
tapi yg terharap
akan lebih manis bila terjangkit jg padamu
tersenyum kita bersama
sebagai tanda rela,
tenang jiwa
agar tuhan merasa kalah
dan memenangkan kita dalam cobaan-Nya

atau,
tidak mengapa aku yg akan senyumkan untukmu
kelak kalau bibirmu sendiri tak mampu kau lengkungkan lagi
tetap bantu saja
dengan senyum dalam hati


@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--

1 comment:

harry seenthing said...

cup cup cup sudah yah jangan bersedih terus ....ayo bangun untuk menjalani hidup dengan tegar

KOMENTAR TERAKHIR