Friday, January 16, 2009

Santiago - Fatimah

Santiago dan Fatimah

Laki-laki itu pergi menemui Fatima siang itu. Fatima berkata : " sehari setelah kita bertemu, kau bilang padaku kau mencintaiku. Lalu kau mengajariku sedikit bahasa universal dan jiwa dunia. karena itulah aku menjadi bagian dirimu ".

Lelaki itu mendengarkan suara fatima dan ditelinganya suara itu lebih merdu daripada desau angin diantara pepohonan kurma.

Fatima meneruskan kata-katanya lagi : " aku telah lama menunggumu disini, di oasis ini. aku telah lupa masa laluku, adat-istiadat bangsaku, dan bagaimana pandangan kaum pria gurun tentang bagaimana seharusnya wanita bersikap. Sejak masih kecil aku telah mengangankan padang pasir ini memberiku hadiah yang indah. Sekarang hadiahku sudah datang. Engkaulah orangnya ".

Lelaki hendak meraih tangan fatima. Tapi kedua tangan fatima memegang erat-erat gagang buyungnya.

" kau telah menceritakan padaku tentang mimpi-mimpimu, dan harta karunmu. Jadi sekarang tidak ada lagi yang kutakutkan, sebab pertanda-pertanda inilah yg telah membawamu padaku. Aku bagian dari mimpimu, bagian dari takdirmu. Karena itu aku ingin kau meneruskan mencari impianmu itu. Pergilah sekarang juga, pergi mengejar impianmu !!!. Bukit-bukit pasir ini senantiasa berubah di hembus angin, akan tetapi padang gurun itu tak pernah berubah. Begitulah cinta kita.
" kalau aku memang bagian dari mimpimu, suatu hari nanti kau pasti kembali "
" aku wanita gurun, aku bangga akan hal ini. Aku ingin kekasihku bebas mengembara seperti angin yang berembus di bukit-bukit pasir. Dan kalau terpaksa, aku akan menerima bahwa dia telah menjadi bagian dari awan-awan, bintang-bintang, serta air di padang pasir "

" maktub ( sudah tertulis )" sekali lagi kata fatima

lelaki itu melihat mata fatima berkaca-kaca oleh air mata lalu bertanya :
" Kau menangis fatima? "

" Aku wanita gurun, Tapi yang terutama adalah ... Aku wanita " jawaban fatima

@};--@};--@};--
kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati. bukan cinta yang berbicara bahasa dunia.
Kalau emas yang kau temukan ini dari unsur murni, maka dia tidak akan rusak. Tapi kalau emas yang kautemukan ini sepuhan belaka, kau takkan lagi menemukan apa-apa saat pulang nanti
.........
@};--@};--@};--

(dikutip dan di aransemen ulang dari " sang Alkemis "-nya paulo coelho)

2 comments:

Ocim said...

bingung nih baca ceritanya, soalnya baru tahu. btw nih menceritakan apaan seh sob

afifclever said...

waw..... kata-katanya puitis banget.......

kren...

salut deh.. kak ANg1n.....

KOMENTAR TERAKHIR