Wednesday, January 14, 2009

Sebelum ajalku

Sebelum ajalku

@
};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--

Sayang....
Habis darahku
ini tetesan terakhir kupunya
jgn genggam kau kendurkan
aku mau mati !

Sayang....
berikan dadamu
aku mau bersandar
menghembus nafas terletih ini disitu
nafas di ujung tembuluk

Sayang....
bakar sedikit apa yang kau punya
aku kedinginan
pada tiga detik lagi
aku tak mampu bernafas untukmu
kau bolehla lupakan aku
atau
ingat aku sebaik ingatanmu
tapi tetap juga
aku harus mati !

Sayang....
kau ingat,
aku ingat,
cumbu kita kala itu
dengan mawarku di tanganmu
kini ku bahagia
dalam mati aku menyanding kembali mawarku

Yang tercinta....
di ujung katupan mata
kau tetap saja setia
tiada bersama pria tampan lainnya
tapi kelak sudah aku di kuburi
tolong kau cari yang lain lagi
meski di bawah pusara
aku mencampakkan bidadari hadiah

Yang tercinta....
Raga ini mulai melemah
membelai aku tak daya
apalagi mengecup kening berpisah
lakukanlah
lakukan untukku

detik boleh menjemputku
tangan kaku akan sebatu mayatku
ilham fikirku akan terkubur bersama bangkaiku,
tapi.....
satu puisiku padamu nanti akan tetap abadi
di atas nisan patri

Yang tercinta....
memilikimu Bahagia rasanya
meski tak bisa lagi di dunia fana


@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--@};--

1 comment:

KOMENTAR TERAKHIR