Thursday, February 5, 2009

Tentang Hati

Tentang Suara Hati


....... dengarkan suara hatimu. Hatimu tahu segalanya, sebab hatimu berasal dari jiwa dunia, dan suatu hari nanti akan kembali kesana.
"Tapi mengapa harus suara hati..... ?" Tanya anak laki-laki itu kepada sang alkemis.
* Sebab dimana hatimu berada, di situlah hartamu berada.
"Tapi Hatiku gelisah, menyimpan mimpi, emosional, mendamba wanita, meminta banyak hal yg menyiksa sampai tidak tidur mimikirkannya.......!"
* Kalau begitu bagus, Hatimu hidup, teruslah mendengarkan


"Tapi hatiku pengkhianat! hatiku tak ingin aku jalan terus seperti saat ini......!"
* Wajar, karena hatimu takut menderita. Takut kehilangan segala yg telah kaumiliki dalam meraih pencapaian itu.
"Kalau begitu untuk apa aku mendengarkan suara hatiku......?"
* Sebab kau tidak akan pernah bisa menyuruhnya diam. Walau pura-pura menulikan telinga, dia tetap bersuara dalam diri, mengulangi dalam pikiranmu. Kau takkan pernah bisa lari dari hatimu.
"Benar hatiku takut menderita .......!"
* Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri.

Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan bagi si pemula. dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang. Jiwa dunia menguji segala sesuatu yg kita pelajari sepanjang jalan. Bukan karena dia jahat, melainkan agar selain mewujudkan impian kita, kita juga menguasai pelajaran-pelajaran yang kita peroleh dalam proses mewujudkannya, di titik inilah kebanyakan orang akan menyerah.
Dan ingatlah sebaris kata lama, " Saat paling gelap di malam hari adalah saat-saat menjelang fajar"


*Sebuah kutipan dari ayat-ayatnya paulo coelho dalam sebuah " Alchemist "

1 comment:

harry seenthings said...

hanya kata ini yang mempunyai arti bagiku yang amat dalam kang......" Saat paling gelap di malam hari adalah saat-saat menjelang fajar"

KOMENTAR TERAKHIR