Thursday, July 26, 2012

Dari pengasong jadi Mentri

" Naluri saya takut untuk menjadi miskin kembali " katanya..

sebuah kalimat terlontar yg merupakan semangat untuk membiayai dan menanggung hidupnya serta hidup kelima adiknya.

beliau adalah anak ketiga dari 8 bersaudara.
terlahir dari keluarga yg dilingkupi kemiskinan yang terus mencoba bertahan hidup dengan keyakinan roda selalu berputar dan hidup akan membaik, membuat semasa hidupnya harus meneguk semua pekerjaan keras dan pahit . sebelum mencapai kesuksesan seperti yg beliau rasakan saat ini.


SD ia lalui dengan menjual koran membantu ekonomi keluarga
beliau selalu terngiang kata bijak
"rajin pangkal pandai, "

kemudian memasuki
SMP kelas 2 beliau sekolah sambil berjualan asongan rokok

Pada masa Sekolah menengahnya, ketidakmampuan keluarga membiayai sekolahnya menghantui, tapi ayahnya tetap bercita-cita tinggi dan slalu memberi motivasi dan dorongan untuk mengubah hidup mereka akhirnya memilih menitipkan beliau pada keluarga yg berada di tanjung priuk. dikeluarga itupun beliau bekerja sambilan untuk mendapatkan honor tambahan sebagai pembantu rumah tangga bekerja dari jam 5 pagi sampai siap-siap kesekolah. honor yg diterima tidaklah mencukupi, bahkan sangat kecil sampai cuma cukup buat ongkos pergi sekolahnya.
yg konon perjalanan mencapai sekolahnya sangat jauh.

dgn kehidupan seperti ini beliau mencoba lebih berhemat lagi. uang belanja yg sering di titipkan padanya, tak lupa ia hemat dgn sering mengadakan tawar menawar ketika membeli keperluan. bukan berarti beliau menguntit sisa belanja, tapi memang seringkali ketika beliau mengembalikan sisa uang, uang itu diberikan padanya kembali sebagai reward berapapun jumlahnya. jadi beliau benar2 menghematnya untuk kemudian di tabung.

1 yg beliau percaya ketika itu... " hemat pangkal kaya "

suatu kebetulan rumah tempat ia dititipkan dekat dengan dgn salah satu bioskop besar di jakarta kala itu. beliau lgsg menemukan gagasan dan setitik kesempatan untuk mendapatkan lagi beberapa tambahan. beliau menjadi tukang parkir pulang sekolah hingga malam. bahkan ada hari-hari tertentu jadwal bioskop sampai dini hari. beliau pun tetap menjaga sampai malam bahkan hingga larut jam 2 pagi.
ini beliau geluti 3 tahun sambilan menyelesaikan sekolah menengahnya.

Hingga ia selesai dan meniatkan diri masuk ke fakultas kedokteran,
akan tetapi karena ketakutan terhalang di tengah jalan, karena kurang biaya untuk praktek bahkan buku pegangan katanya lebih mahal ketimbang fakultas lain, beliau mengurungkan niat dan segera memasuki dunia kerja. beliau memulai kerja dengan tingkat yg paling rendah. bisa dibilang sepangkat kuli angkut bahan2 kendaraan bermotor. beliau bertugas memindahkan tiap spare part ke tempat penyimpanan atau sebaliknya mengeluarkannya dr simpanan.

dari hari kehari beliau terus kerja tanpa pamrih, yg beliau yakini hanya "Do the best thing" lakukan yg terbaik yg kamu bisa. selama itu beliau mengasah jiwa kewirausahaan dan ikut sejenis seminar nya. karena ketekunan beliau, akhirnya posisinya terus menanjak. hingga jadilah beliau menempati posisi penting CEO perusahaan, dgn komisi puluhan milyard. karena keberhasilan dan dedikasinya beliaupun dilirik oleh pimpinan negara. susilo bambang yudhoyonopun mempercayakan posisi menteri keuangan padanya.
inilah sosok Sugihartono

ada hal yg menarik tentang keputusan beliau meninggalkan posisi penting CEO dengan komisi milyaran rupiah menjadi seorang menteri yg dgn jujur beliau ungkapkan hanya mengantongi gaji 19 jutaan. seperduapuluhan dr yg diterima semula.
tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar semua orang. terutama kita semua yg mendengarnya

beliau hanya menjawab:

tiap hidup ada pasang surut,
ada naik dan ada turun. kita harus menerimanya.

dan bagi saya, saya iklas merelakan yg telah saya capai, kesuskesan yg telah ada digenggaman saya demi sebuah panggilan.

pengabdian....

karna yg saya tahu,
inilah trima kasih dan tanggung jawabku kepada yg maha kuasa.
karena hidup itu punya 2 kewajiban pertanggungjawaban,
horizontal kepada sesama manusia, bolehlah kau mencari nafkah demi hidup bersama-sama

tapi jangan lupa satu lagi, kewajiban vertikal....
pertanggungjawaban kepada tuhan nanti
saya jalankan dengan pengabdian...

pepatah bijak bilang
berhenti makan sebelum kenyang lebih baik, daripada makan sampai terlampau kenyang "

@};-'--,--- @};-'--,--- @};-'--,---   ---'--,-;{@ ---'--,-;{@ ---'--,-;{@


(sumber : Kick Andi, MetroTv 24 oktober 2008)

1 comment:

sarung mobil said...

terinspirasii saya dari cerita diatas..thx sob..infonya..

KOMENTAR TERAKHIR